BAZNAS RI Hadirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan Akses Mudah di Semua Kanal
21/04/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Mataram
Dokumentasi BAZNAS RI/Humas
BAZNAS RI menghadirkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan menghadirkan kemudahan akses di berbagai kanal, baik digital maupun offline, sehingga masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban secara mudah, cepat, dan tepercaya. Integrasi layanan ini mencakup platform digital, e-commerce, hingga kerja sama dengan kasir ritel untuk memperluas jangkauan partisipasi publik.
Melalui inovasi layanan tersebut, BAZNAS RI menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga instrumen sosial ekonomi yang mampu memberikan dampak luas. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa potensi ekonomi kurban di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan umat jika dikelola secara optimal.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dirancang dengan konsep dampak berlapis (multiplier effect), di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban, tetapi juga oleh para peternak kecil di desa. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari program pemberdayaan peternak binaan BAZNAS, sehingga setiap transaksi kurban turut menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kemandirian mustahik.
Dari sisi distribusi, BAZNAS RI memastikan penyaluran kurban menjangkau wilayah-wilayah prioritas seperti daerah terpencil, tertinggal, rawan pangan, dan wilayah terdampak bencana, bahkan hingga ke Palestina melalui kerja sama mitra internasional. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan distribusi daging kurban antarwilayah dan memperluas manfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
BAZNAS RI juga menetapkan target ambisius pada 2026, yakni pengelolaan sekitar 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun. Target ini mencerminkan upaya serius dalam mengoptimalkan potensi kurban nasional sekaligus memperkuat peran zakat dan filantropi Islam dalam pembangunan sosial ekonomi.
Dengan prinsip pengelolaan profesional “3A” (Aman Syari, Aman Regulasi, Aman NKRI), BAZNAS RI memastikan bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Melalui program ini, BAZNAS RI mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban sebagai sarana menghadirkan keberkahan yang lebih luas—tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia.
Sumber:
BAZNAS RI. “Akses Mudah di Semua Kanal, BAZNAS RI Hadirkan Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.” Dipublikasikan pada 17 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
Berita Lainnya
BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS
BAZNAS RI: Halal Bihalal POROZ, Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Berbagi untuk Pemulihan Sumatra melalui Charity Padel Tournament
BAZNAS RI Distribusikan Bantuan Makanan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Hadirkan Layanan Kesehatan bagi 1.500 Warga Palestina
BAZNAS RI: Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Berhasil Tembus PTN Lewat SNBP 2026
BAZNAS RI: Terima Keppres, Kepengurusan Baru Siap Perkuat Peran Strategis Zakat Nasional
BAZNAS RI dan MUI Bersinergi Pulihkan Aceh dan Sumatra melalui Program Sedekah Pendidikan
BAZNAS RI Bersama Al-Salah Medical Complex Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Palestina
BAZNAS RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat untuk Kesejahteraan Desa
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan
BAZNAS RI: Balai Ternak Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik
BAZNAS RI dan Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
BAZNAS RI Dorong Transformasi Digital ZIS di Forum Global WaqfTech 2026

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Mataram.
Lihat Daftar Rekening →