WhatsApp Icon
BAZNAS RI: Petani Binaan di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

BAZNAS RI melalui Program Lumbung Pangan mencatat keberhasilan besar dengan capaian panen raya jagung hingga 400 ton di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen produktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS RI tersebut dilaksanakan di Kecamatan Pringgabaya, tepatnya di Desa Gunung Malang dan Desa Seruni, dengan melibatkan 32 petani mustahik yang tergabung dalam Kelompok Barokah Zakat Lumbung Pangan. Mereka mengelola lahan seluas 50 hektare dengan hasil panen yang signifikan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pangan nasional. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani dan akses pasar yang lebih luas.

Dalam pengembangannya, BAZNAS RI juga memperluas program pertanian ke komoditas lain seperti padi di wilayah Masbagik dan Sikur, dengan melibatkan sekitar 120 petani mustahik di lahan seluas 25 hektare dengan potensi panen mencapai 150 ton. Pendekatan ini menunjukkan strategi terintegrasi dalam membangun ketahanan pangan berbasis zakat.

Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah NTB.

Melalui capaian ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program zakat produktif di sektor pertanian, sehingga mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Sumber:
BAZNAS RI. “Dukung Ketahanan Pangan, Petani Binaan BAZNAS di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan

BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan.

Dalam forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan.

Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam perspektif nilai keislaman, ia juga menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas.

 

Sumber:
BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 24 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB untuk Perkuat Ketahanan Pangan

BAZNAS RI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Balai Ternak, salah satunya yang berlokasi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis zakat yang menyasar langsung masyarakat mustahik di sektor peternakan.

Balai Ternak yang dikembangkan BAZNAS RI tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi serupa di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini harus memberikan manfaat konkret, bukan sekadar capaian administratif. Ia memastikan bahwa implementasi Balai Ternak di NTB telah menunjukkan dampak nyata bagi para penerima manfaat, khususnya dalam peningkatan ekonomi keluarga peternak.

Dalam pelaksanaannya, program Balai Ternak di Lombok Tengah melibatkan 30 peternak mustahik dengan total 57 ekor sapi Bali yang terdiri dari satu pejantan, 29 indukan, dan 27 bakalan jantan. BAZNAS RI juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp806,25 juta, mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, penyediaan ternak, hingga sistem peternakan terintegrasi.

Dampak ekonomi dari program ini mulai dirasakan oleh para peternak, dengan peningkatan pendapatan sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan, ditambah potensi tambahan dari pengolahan kompos dan akses pemasaran yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pengembangan Balai Ternak ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program serupa di berbagai daerah, termasuk peluang penambahan titik di NTB. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber:
BAZNAS RI. “Perkuat Ketahanan Pangan, BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan

BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan.

Dalam pandangan yang disampaikan melalui forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui intervensi pendidikan yang sistematis.

Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan akses pendidikan yang lebih baik, mustahik memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam perspektif nilai keislaman, Menag juga menyinggung bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyatakan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas.

Sumber:
BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Balai Ternak Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik

BAZNAS RI memastikan kesiapan hewan kurban terbaik melalui program Balai Ternak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha 2026. Kesiapan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid saat meninjau lokasi peternakan di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang.

Dalam peninjauan tersebut, BAZNAS RI memastikan bahwa hewan ternak yang dikelola oleh para peternak binaan telah memenuhi kriteria dan layak untuk dikurbankan. Bahkan, berdasarkan laporan peternak, sapi-sapi yang tersedia sudah siap dipasarkan untuk kebutuhan ibadah kurban masyarakat.

Program Balai Ternak BAZNAS RI ini melibatkan 30 peternak mustahik dengan total populasi sekitar 57 ekor sapi Bali, yang terdiri dari pejantan, indukan, dan bakalan jantan. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.

Selain memastikan kualitas ternak, BAZNAS RI juga mendorong peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan teknis dan manajerial, termasuk pengolahan limbah menjadi kompos dan biogas. Pendekatan ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membangun sistem peternakan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Dalam perspektif pemberdayaan zakat produktif, program Balai Ternak ini menjadi instrumen penting untuk mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Dengan dukungan modal, pendampingan, dan akses pasar, para peternak diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta mencapai kemandirian ekonomi.

Melalui kesiapan hewan kurban ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya bahwa ibadah kurban tidak hanya memenuhi aspek spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sumber:
BAZNAS RI. “Balai Ternak BAZNAS Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram

Berita Terbaru

BAZNAS RI: Petani Binaan di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan
BAZNAS RI: Petani Binaan di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan
BAZNAS RI melalui Program Lumbung Pangan mencatat keberhasilan besar dengan capaian panen raya jagung hingga 400 ton di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen produktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS RI tersebut dilaksanakan di Kecamatan Pringgabaya, tepatnya di Desa Gunung Malang dan Desa Seruni, dengan melibatkan 32 petani mustahik yang tergabung dalam Kelompok Barokah Zakat Lumbung Pangan. Mereka mengelola lahan seluas 50 hektare dengan hasil panen yang signifikan. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pangan nasional. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani dan akses pasar yang lebih luas. Dalam pengembangannya, BAZNAS RI juga memperluas program pertanian ke komoditas lain seperti padi di wilayah Masbagik dan Sikur, dengan melibatkan sekitar 120 petani mustahik di lahan seluas 25 hektare dengan potensi panen mencapai 150 ton. Pendekatan ini menunjukkan strategi terintegrasi dalam membangun ketahanan pangan berbasis zakat. Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah NTB. Melalui capaian ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program zakat produktif di sektor pertanian, sehingga mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Sumber: BAZNAS RI. “Dukung Ketahanan Pangan, Petani Binaan BAZNAS di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan
BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan. Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan. Dalam perspektif nilai keislaman, ia juga menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas. Sumber: BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 24 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB untuk Perkuat Ketahanan Pangan
BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB untuk Perkuat Ketahanan Pangan
BAZNAS RI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Balai Ternak, salah satunya yang berlokasi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis zakat yang menyasar langsung masyarakat mustahik di sektor peternakan. Balai Ternak yang dikembangkan BAZNAS RI tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi serupa di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini harus memberikan manfaat konkret, bukan sekadar capaian administratif. Ia memastikan bahwa implementasi Balai Ternak di NTB telah menunjukkan dampak nyata bagi para penerima manfaat, khususnya dalam peningkatan ekonomi keluarga peternak. Dalam pelaksanaannya, program Balai Ternak di Lombok Tengah melibatkan 30 peternak mustahik dengan total 57 ekor sapi Bali yang terdiri dari satu pejantan, 29 indukan, dan 27 bakalan jantan. BAZNAS RI juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp806,25 juta, mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, penyediaan ternak, hingga sistem peternakan terintegrasi. Dampak ekonomi dari program ini mulai dirasakan oleh para peternak, dengan peningkatan pendapatan sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan, ditambah potensi tambahan dari pengolahan kompos dan akses pemasaran yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengembangan Balai Ternak ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program serupa di berbagai daerah, termasuk peluang penambahan titik di NTB. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Sumber: BAZNAS RI. “Perkuat Ketahanan Pangan, BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA24/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan
BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam pandangan yang disampaikan melalui forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui intervensi pendidikan yang sistematis. Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan akses pendidikan yang lebih baik, mustahik memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan. Dalam perspektif nilai keislaman, Menag juga menyinggung bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyatakan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas. Sumber: BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA24/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Balai Ternak Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik
BAZNAS RI: Balai Ternak Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik
BAZNAS RI memastikan kesiapan hewan kurban terbaik melalui program Balai Ternak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha 2026. Kesiapan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid saat meninjau lokasi peternakan di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang. Dalam peninjauan tersebut, BAZNAS RI memastikan bahwa hewan ternak yang dikelola oleh para peternak binaan telah memenuhi kriteria dan layak untuk dikurbankan. Bahkan, berdasarkan laporan peternak, sapi-sapi yang tersedia sudah siap dipasarkan untuk kebutuhan ibadah kurban masyarakat. Program Balai Ternak BAZNAS RI ini melibatkan 30 peternak mustahik dengan total populasi sekitar 57 ekor sapi Bali, yang terdiri dari pejantan, indukan, dan bakalan jantan. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Selain memastikan kualitas ternak, BAZNAS RI juga mendorong peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan teknis dan manajerial, termasuk pengolahan limbah menjadi kompos dan biogas. Pendekatan ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membangun sistem peternakan yang berkelanjutan di tingkat desa. Dalam perspektif pemberdayaan zakat produktif, program Balai Ternak ini menjadi instrumen penting untuk mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Dengan dukungan modal, pendampingan, dan akses pasar, para peternak diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta mencapai kemandirian ekonomi. Melalui kesiapan hewan kurban ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya bahwa ibadah kurban tidak hanya memenuhi aspek spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sumber: BAZNAS RI. “Balai Ternak BAZNAS Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA24/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Hadirkan Layanan Kesehatan bagi 1.500 Warga Palestina
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Hadirkan Layanan Kesehatan bagi 1.500 Warga Palestina
BAZNAS RI bersama Tempo Scan Group menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, dengan fokus utama pada kelompok rentan seperti ibu, anak, dan lansia di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Program kemanusiaan yang dijalankan BAZNAS RI tersebut dipusatkan di kamp-kamp pengungsian di wilayah Deir Al-Balah dan Khan Yunis, yang menjadi tempat tinggal sementara ribuan warga terdampak konflik. Kehadiran layanan ini menjadi respons terhadap keterbatasan akses fasilitas kesehatan yang dialami masyarakat setempat. Layanan kesehatan yang diberikan dalam program ini mencakup pemeriksaan kesehatan umum, layanan klinik dasar, serta perawatan mata dan gigi. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan obat-obatan secara gratis melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, guna memastikan keberlanjutan proses pengobatan. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa program ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat Palestina terhadap layanan medis. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus disalurkan secara tepat sasaran dan profesional. Menurut BAZNAS RI, kolaborasi dengan Tempo Scan menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan, khususnya di wilayah dengan akses terbatas. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung rakyat Palestina melalui berbagai program sosial. Melalui program layanan kesehatan ini, BAZNAS RI mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Sumber: BAZNAS RI. “Sasar Kelompok Rentan, BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Berikan Layanan Kesehatan bagi 1.500 Warga Palestina.” Dipublikasikan pada 22 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA23/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
BAZNAS RI: Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
BAZNAS RI menyatakan bahwa program Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir merupakan langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Desa Warloka Pesisir, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan berbasis ekonomi syariah dan filantropi. Dalam peluncuran program tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. menegaskan bahwa inisiatif Kampung Nelayan bukan sekadar seremoni, melainkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Ia menilai program ini menghadirkan harapan baru agar masyarakat dapat hidup lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dinilai memiliki kesamaan visi dalam membangun ekosistem pemberdayaan umat. Kehadiran lembaga keuangan syariah di tingkat desa membuka akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas ekonomi bagi nelayan kecil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan modal. Program Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir tidak hanya memberikan bantuan fisik seperti perahu dan fasilitas pendukung, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan kelembagaan ekonomi lokal seperti koperasi. Pendekatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan harian, tetapi mampu membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan. BAZNAS RI menilai bahwa program ini sejalan dengan misi zakat produktif, yaitu mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat). Dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui inisiatif ini, BAZNAS RI berharap model Kampung Nelayan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia, sehingga zakat tidak hanya menjadi bantuan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Sumber: BAZNAS RI. “Wakil Ketua BAZNAS RI: Kampung Nelayan BSI Warloka Pesisir Dorong Kemandirian Ekonomi.” Dipublikasikan pada 22 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA23/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Terima Keppres, Kepengurusan Baru Siap Perkuat Peran Strategis Zakat Nasional
BAZNAS RI: Terima Keppres, Kepengurusan Baru Siap Perkuat Peran Strategis Zakat Nasional
BAZNAS RI resmi menerima Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan periode 2026–2031, yang menjadi landasan hukum bagi kepengurusan baru dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di tingkat nasional. Penyerahan Keppres tersebut dilakukan di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, sebagai bagian dari penguatan kelembagaan zakat di Indonesia. Dengan diterimanya Keppres tersebut, BAZNAS RI menegaskan kesiapan untuk memperkuat peran strategis zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa kepengurusan baru memiliki komposisi yang solid dan terdiri dari berbagai latar belakang keahlian, mulai dari sektor pemerintahan, keuangan, hingga digitalisasi. Komposisi kepengurusan yang beragam tersebut dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kinerja lembaga, sekaligus mendorong inovasi dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI akan memfokuskan upaya pada penguatan peran zakat dalam pembangunan ekonomi umat serta peningkatan nilai keadilan sosial di Indonesia. Dalam arah kebijakan ke depan, BAZNAS RI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, maupun sektor swasta. Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, struktur kepengurusan baru mencakup berbagai bidang strategis seperti pengumpulan, distribusi, pemberdayaan, keuangan, digitalisasi, hingga pengawasan dan pengendalian. Hal ini menunjukkan upaya BAZNAS RI dalam memperkuat tata kelola lembaga agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui kepengurusan baru ini, BAZNAS RI berharap dapat menghadirkan terobosan-terobosan strategis dalam pengelolaan zakat nasional, sehingga zakat dapat berperan lebih optimal sebagai solusi dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat di Indonesia. Sumber: BAZNAS RI. “Terima Keppres, Kepengurusan Baru BAZNAS Siap Perkuat Peran Strategis Zakat Nasional.” Dipublikasikan pada 15 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS
BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS
BAZNAS RI memperkuat sinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai instrumen strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memastikan pemerataan distribusinya di seluruh Indonesia. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Bappenas tersebut dibahas dalam audiensi di Gedung Bappenas, Jakarta, yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Pertemuan ini menegaskan pentingnya integrasi data nasional dalam memperkuat tata kelola zakat berbasis bukti (data-driven policy). Melalui pemanfaatan DTSEN, BAZNAS RI memperoleh akses data yang mencakup kelompok mustahik (penerima zakat) dan muzaki (pemberi zakat). Data ini dinilai sebagai aset strategis dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan sekaligus memastikan penyaluran ZIS lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa potensi zakat Indonesia sangat besar dan berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, BUMN, TNI-Polri, hingga sektor usaha seperti pertanian, perdagangan, jasa, dan profesi. Ia juga menyoroti potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri yang dapat dioptimalkan melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di perwakilan RI. Sementara itu, Bappenas menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan DTSEN dengan tetap memperhatikan aspek regulasi dan legalitas data. Integrasi data nasional dinilai sangat memungkinkan dilakukan selama memiliki dasar hukum yang jelas, serta dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pemerataan distribusi ZIS secara nasional. Dalam konteks nasional, potensi zakat Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp327 triliun, namun realisasinya masih sekitar 10 persen. Oleh karena itu, optimalisasi melalui integrasi data, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah kunci untuk meningkatkan capaian penghimpunan dan dampak sosial zakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan nasional, tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai solusi sistemik untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Bersama Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS.” Dipublikasikan pada 17 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Hadirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan Akses Mudah di Semua Kanal
BAZNAS RI Hadirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan Akses Mudah di Semua Kanal
BAZNAS RI menghadirkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan menghadirkan kemudahan akses di berbagai kanal, baik digital maupun offline, sehingga masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban secara mudah, cepat, dan tepercaya. Integrasi layanan ini mencakup platform digital, e-commerce, hingga kerja sama dengan kasir ritel untuk memperluas jangkauan partisipasi publik. Melalui inovasi layanan tersebut, BAZNAS RI menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga instrumen sosial ekonomi yang mampu memberikan dampak luas. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa potensi ekonomi kurban di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan umat jika dikelola secara optimal. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dirancang dengan konsep dampak berlapis (multiplier effect), di mana manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban, tetapi juga oleh para peternak kecil di desa. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari program pemberdayaan peternak binaan BAZNAS, sehingga setiap transaksi kurban turut menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kemandirian mustahik. Dari sisi distribusi, BAZNAS RI memastikan penyaluran kurban menjangkau wilayah-wilayah prioritas seperti daerah terpencil, tertinggal, rawan pangan, dan wilayah terdampak bencana, bahkan hingga ke Palestina melalui kerja sama mitra internasional. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan distribusi daging kurban antarwilayah dan memperluas manfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkan. BAZNAS RI juga menetapkan target ambisius pada 2026, yakni pengelolaan sekitar 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun. Target ini mencerminkan upaya serius dalam mengoptimalkan potensi kurban nasional sekaligus memperkuat peran zakat dan filantropi Islam dalam pembangunan sosial ekonomi. Dengan prinsip pengelolaan profesional “3A” (Aman Syari, Aman Regulasi, Aman NKRI), BAZNAS RI memastikan bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas. Melalui program ini, BAZNAS RI mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban sebagai sarana menghadirkan keberkahan yang lebih luas—tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi umat di seluruh Indonesia. Sumber: BAZNAS RI. “Akses Mudah di Semua Kanal, BAZNAS RI Hadirkan Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.” Dipublikasikan pada 17 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Halal Bihalal POROZ, Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat
BAZNAS RI: Halal Bihalal POROZ, Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat
BAZNAS RI menegaskan bahwa zakat harus ditempatkan sebagai instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan umat, bukan sekadar kewajiban ibadah individual. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) di Gedung PBNU, Jakarta. Dalam forum silaturahmi tersebut, BAZNAS RI menekankan pentingnya transformasi cara pandang terhadap zakat. Zakat tidak hanya dipahami sebagai distribusi kepada delapan asnaf, tetapi juga sebagai instrumen fiskal dalam ekonomi syariah yang berperan dalam mendistribusikan kekayaan secara adil dari muzaki kepada mustahik. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa pengelolaan zakat harus diarahkan pada sistem yang lebih luas dan berdampak, yakni menciptakan keadilan ekonomi. Menurutnya, zakat memiliki potensi besar untuk menjadi solusi struktural dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS RI juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, di mana kelompok masyarakat pada desil ekonomi bawah difokuskan sebagai basis mustahik, sementara kelompok menengah menjadi potensi muzaki. Pendekatan berbasis data ini diyakini mampu meningkatkan ketepatan sasaran distribusi zakat secara nasional. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan zakat. Ia menilai bahwa zakat di Indonesia masih belum menjadi prioritas utama, sehingga membutuhkan penguatan sinergi antar lembaga untuk mengoptimalkan potensinya. Melalui momentum Halal Bihalal POROZ ini, BAZNAS RI berharap kolaborasi antar lembaga pengelola zakat semakin kuat, sehingga zakat dapat benar-benar berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan umat dan memperkuat ekonomi syariah nasional. Sumber: BAZNAS RI. “Halal Bihalal POROZ, Ketua BAZNAS RI: Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat.” Dipublikasikan pada 18 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA21/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Distribusikan Bantuan Makanan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS RI Distribusikan Bantuan Makanan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 800 porsi makanan siap saji kepada para penyintas gempa bumi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini diberikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada masa tanggap darurat pascabencana. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), lembaga ini mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian, tepatnya di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur. Dari dapur umum tersebut, makanan didistribusikan secara langsung kepada para penyintas, dan jumlahnya terus bertambah sesuai kebutuhan di lapangan. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat. Ia menyampaikan bahwa kehadiran tim BTB bertujuan memastikan para penyintas mendapatkan makanan yang layak serta berada dalam kondisi yang aman. Selain penyaluran bantuan makanan, tim BAZNAS RI juga melakukan asesmen lapangan untuk memantau kebutuhan mendesak lainnya, sekaligus membantu proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Gempa bumi yang terjadi pada 9 April 2026 tersebut menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 224 rumah warga dan beberapa fasilitas umum, serta mengakibatkan sekitar 1.100 warga mengungsi di berbagai titik pengungsian. Kondisi ini mendorong BAZNAS RI untuk terus memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak. Melalui program bantuan ini, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban para penyintas sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan bagi para korban agar dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Distribusikan Bantuan Makanan untuk Penyintas Gempa Flores Timur.” Dipublikasikan pada 14 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI dan Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
BAZNAS RI dan Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS
BAZNAS RI mendapatkan dukungan dari Kementerian Haji (Kemenhaj) dalam upaya memperkuat fasilitasi dan tata kelola dam (denda haji) agar dapat dikelola secara lebih optimal dan sesuai dengan prinsip syariah serta tata kelola yang profesional. Dukungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemanfaatan dam sebagai bagian dari ekosistem zakat dan filantropi Islam. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj tersebut diarahkan untuk memastikan proses pengumpulan, pengelolaan, hingga penyaluran dam dapat berjalan lebih terstruktur, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para mustahik. Dalam perspektif penguatan tata kelola, BAZNAS RI menilai bahwa dam memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dengan program sosial dan pemberdayaan. Dengan sistem pengelolaan yang baik, dam tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial yang signifikan bagi kesejahteraan umat. Melalui dukungan Kemenhaj, pengelolaan dam diharapkan dapat semakin terstandarisasi, baik dari sisi regulasi, distribusi, maupun pengawasan. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana keagamaan oleh lembaga resmi seperti BAZNAS. BAZNAS RI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara profesional. Sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber: BAZNAS RI. “Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS.” Dipublikasikan pada 10 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Berbagi untuk Pemulihan Sumatra melalui Charity Padel Tournament
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Berbagi untuk Pemulihan Sumatra melalui Charity Padel Tournament
BAZNAS RI bersama komunitas olahraga padel menggelar Charity Padel Tournament sebagai upaya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan untuk membantu pemulihan korban bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan ini menjadi bentuk inovasi dalam menggabungkan olahraga dengan gerakan filantropi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan kolaboratif ini diselenggarakan bersama berbagai pihak, seperti komunitas padel, All in One Indonesia, Asosiasi Padel, dan Smash Padel, yang berlangsung di Jakarta. Turnamen tersebut diikuti oleh berbagai komunitas dan menjadi wadah penggalangan dana kemanusiaan melalui aktivitas olahraga yang positif dan inklusif. Dalam pelaksanaan turnamen, seluruh hasil dan hadiah pertandingan dialokasikan untuk kegiatan sosial melalui BAZNAS RI, khususnya untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana berbagi dan solidaritas sosial. Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara olahraga dan aksi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta pada hakikatnya adalah pemenang karena turut berkontribusi dalam membantu sesama melalui kegiatan tersebut. BAZNAS RI juga berharap kegiatan seperti Charity Padel Tournament dapat menjadi inspirasi dan gerakan kebaikan yang terus berkembang di berbagai daerah. Dengan melibatkan komunitas dan generasi muda, program ini diharapkan mampu memperluas partisipasi publik dalam aksi sosial serta memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sumber: BAZNAS RI. “Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament.” Dipublikasikan pada 11 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Salurkan 15.000 Paket Sembako bagi Masyarakat Palestina
BAZNAS RI Salurkan 15.000 Paket Sembako bagi Masyarakat Palestina
BAZNAS RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15.000 paket sembako yang berasal dari masyarakat Indonesia kepada warga Palestina di Jalur Gaza. Bantuan tersebut telah diterima oleh masyarakat dengan penuh rasa haru di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS RI tersebut sebelumnya telah dilepas secara resmi pada Februari 2026 sebagai bentuk komitmen solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina. Setelah melalui proses pengiriman dan koordinasi lintas negara, bantuan akhirnya dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Gaza. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan distribusi bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Indonesia yang harus disalurkan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran kepada penerima manfaat. Dalam proses penyalurannya, BAZNAS RI bekerja sama dengan mitra internasional, termasuk lembaga kemanusiaan di Mesir seperti Misr Alkhoir, guna memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara efektif. Kolaborasi lintas negara ini menjadi kunci dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat Gaza menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur, mengingat kondisi keterbatasan pangan yang masih terjadi akibat konflik berkepanjangan. Kehadiran paket sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meringankan beban kehidupan sehari-hari warga. Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia secara berkelanjutan bagi rakyat Palestina. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam aksi solidaritas kemanusiaan guna membantu saudara-saudara di Palestina. Sumber: BAZNAS RI. “Bantuan 15.000 Paket Sembako BAZNAS Diterima Masyarakat Palestina.” Dipublikasikan pada 13 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Dorong Transformasi Digital ZIS di Forum Global WaqfTech 2026
BAZNAS RI Dorong Transformasi Digital ZIS di Forum Global WaqfTech 2026
BAZNAS RI mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah (ZIS), dan wakaf melalui transformasi digital dalam forum internasional Global WaqfTech Conference and Exhibition 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan penghimpunan dana serta memperluas dampak sosial filantropi Islam di tingkat global. Dalam forum internasional tersebut, Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta menegaskan bahwa penguatan fundraising digital menjadi strategi utama dalam menjawab perkembangan teknologi yang semakin pesat. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan manfaat zakat dan wakaf. Transformasi digital yang diusung BAZNAS RI mencakup pemanfaatan teknologi dalam pengumpulan dana, peningkatan transparansi dan sistem pelaporan, serta optimalisasi pengalaman donatur. Upaya ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat ekosistem filantropi Islam yang modern dan akuntabel. Dalam perspektif integrasi instrumen keuangan sosial Islam, BAZNAS RI juga menawarkan model sinergi antara zakat dan wakaf. Zakat diposisikan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sementara wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Gagasan yang disampaikan BAZNAS RI tersebut mendapatkan respons positif dari peserta forum global, termasuk para regulator, akademisi, dan praktisi zakat dan wakaf dari berbagai negara. Forum ini sendiri menjadi wadah kolaborasi internasional untuk membangun sistem wakaf berbasis digital yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan. Melalui partisipasi dalam Global WaqfTech 2026, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi digital dalam pengelolaan zakat dan wakaf, sehingga keduanya dapat menjadi instrumen strategis dalam pembangunan sosial serta peningkatan kesejahteraan umat secara global. Sumber: BAZNAS RI. “Optimalkan Potensi ZIS, Indonesia Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech 2026.” Dipublikasikan pada 13 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA14/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat untuk Kesejahteraan Desa
BAZNAS RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat untuk Kesejahteraan Desa
BAZNAS RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat sinergi strategis dalam mengintegrasikan program zakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini disepakati dalam pertemuan kedua lembaga di Jakarta sebagai langkah konkret menghadirkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis desa. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Kemendes PDT tersebut mencakup berbagai program strategis, di antaranya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai motor utama penghimpunan zakat di tingkat akar rumput. Selain itu, sinergi juga diarahkan pada sektor produktif seperti pengembangan program Balai Ternak BAZNAS serta penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi desa. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa program “Desa Zakat” akan dijadikan model percontohan dalam implementasi kolaborasi ini. Kabupaten Ciamis ditetapkan sebagai role model awal, yang selanjutnya akan direplikasi di daerah lain seperti Kabupaten Serang untuk memperluas dampak program. Melalui integrasi program ini, BAZNAS RI akan memanfaatkan basis data dan jaringan Kemendes PDT hingga ke tingkat desa untuk memastikan penyaluran zakat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung. Pembentukan UPZ Desa dinilai sebagai strategi kunci dalam membangun ekosistem zakat yang kuat dan berkelanjutan di tingkat lokal. Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, mengapresiasi sinergi ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan BAZNAS sejalan dengan visi pembangunan desa yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa integrasi program zakat dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang lebih optimal dan terarah. Melalui penguatan kolaborasi ini, BAZNAS RI berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat Untuk Kesejahteraan Desa.” Dipublikasikan pada 8 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Al-Salah Medical Complex Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Palestina
BAZNAS RI Bersama Al-Salah Medical Complex Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Palestina
BAZNAS RI bersama Al-Salah Medical Complex menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Gaza, Palestina, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang masih berlangsung. Program ini telah memberikan manfaat kepada 1.161 jiwa selama periode Maret hingga April 2026 melalui layanan medis yang terpusat di kawasan Gaza Tengah. Kolaborasi kemanusiaan ini diwujudkan melalui operasional klinik medis di Al-Salah Medical Complex, Al-Maghazi, yang didukung tenaga medis profesional. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah, serta pengobatan berbagai penyakit yang umum dialami masyarakat. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Palestina. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang sangat membutuhkan akses layanan medis. Layanan kesehatan yang diberikan juga meliputi penanganan penyakit kulit, flu, luka, serta konsultasi medis dasar hingga layanan spesialis. Selain itu, pasien turut menerima obat-obatan secara gratis guna memastikan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan akibat konflik. Program ini difokuskan bagi masyarakat terdampak konflik, termasuk para pengungsi yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kehadiran layanan medis ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS RI dalam menjaga kondisi kesehatan masyarakat Palestina di tengah situasi krisis berkepanjangan. Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan yang berdampak langsung bagi masyarakat Palestina. Dukungan dari masyarakat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat terus memperkuat berbagai program kemanusiaan yang berkelanjutan. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Bersama Al-Salah Medical Complex Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Palestina.” Dipublikasikan pada 8 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI dan MUI Bersinergi Pulihkan Aceh dan Sumatra melalui Program Sedekah Pendidikan
BAZNAS RI dan MUI Bersinergi Pulihkan Aceh dan Sumatra melalui Program Sedekah Pendidikan
BAZNAS RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjalin kerja sama strategis dalam program sedekah pendidikan sebagai upaya membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kolaborasi ini diawali dengan penyerahan dana sebesar Rp600 juta dari MUI kepada BAZNAS RI untuk disalurkan kepada para penyintas bencana. Sinergi antara BAZNAS RI dan MUI tersebut difokuskan pada dukungan sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak korban bencana serta lembaga pendidikan yang terdampak. Bantuan ini diarahkan untuk membantu biaya pendidikan sekaligus mendukung pemulihan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pimpinan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa dana yang diterima akan disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat di tiga provinsi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang berpengalaman dan bersertifikasi internasional, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara profesional dan efektif. Kolaborasi ini juga diperkuat dengan dukungan tim kemanusiaan MUI, yakni Muslim Disaster Rescue, yang diharapkan dapat memperkuat respons kebencanaan dan memperluas jangkauan bantuan. Sinergi dua lembaga ini dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat terdampak bencana. Menurut perwakilan MUI, Mabroer, program “Sedekah Pendidikan” secara khusus menyasar anak-anak korban bencana serta lembaga pendidikan swasta seperti madrasah dan pesantren yang seringkali mengalami kesulitan dalam proses pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar lembaga pendidikan tersebut dapat segera bangkit dan kembali beroperasi. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI berharap program tidak hanya berhenti pada penanganan kebencanaan, tetapi juga berkembang ke berbagai program sosial lainnya. Sinergi dengan MUI diharapkan dapat memperkuat dakwah zakat sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI dan MUI Bersinergi Pulihkan Aceh dan Sumatra melalui Program Sedekah Pendidikan.” Dipublikasikan pada 8 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
BAZNAS RI bersama Kementerian PPN/Bappenas memperkuat sinergi strategis dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional sebagai instrumen penting dalam mendukung pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan pengelolaan zakat dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Sinergi antara BAZNAS RI dan Bappenas tersebut menekankan pentingnya integrasi program zakat dengan perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan pendekatan ini, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembangunan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam perspektif pembangunan nasional, BAZNAS RI menilai bahwa potensi zakat Indonesia yang sangat besar perlu dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan berbagai kajian, potensi zakat nasional mencapai ratusan triliun rupiah, namun realisasinya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan tata kelola, literasi, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Kolaborasi ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi, termasuk integrasi dengan basis data pemerintah seperti sistem perencanaan dan data sosial ekonomi. Dengan dukungan data yang akurat, penyaluran zakat diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan serta mengurangi kesenjangan sosial. Melalui penguatan sinergi ini, BAZNAS RI dan Bappenas berkomitmen untuk menjadikan zakat sebagai salah satu pilar pembiayaan sosial yang melengkapi peran APBN. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan terintegrasi, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia.” Dipublikasikan pada 7 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Mataram.

Lihat Daftar Rekening →