WhatsApp Icon
BAZNAS RI: Petani Binaan di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan

BAZNAS RI melalui Program Lumbung Pangan mencatat keberhasilan besar dengan capaian panen raya jagung hingga 400 ton di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen produktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS RI tersebut dilaksanakan di Kecamatan Pringgabaya, tepatnya di Desa Gunung Malang dan Desa Seruni, dengan melibatkan 32 petani mustahik yang tergabung dalam Kelompok Barokah Zakat Lumbung Pangan. Mereka mengelola lahan seluas 50 hektare dengan hasil panen yang signifikan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pangan nasional. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani dan akses pasar yang lebih luas.

Dalam pengembangannya, BAZNAS RI juga memperluas program pertanian ke komoditas lain seperti padi di wilayah Masbagik dan Sikur, dengan melibatkan sekitar 120 petani mustahik di lahan seluas 25 hektare dengan potensi panen mencapai 150 ton. Pendekatan ini menunjukkan strategi terintegrasi dalam membangun ketahanan pangan berbasis zakat.

Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah NTB.

Melalui capaian ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program zakat produktif di sektor pertanian, sehingga mampu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Sumber:
BAZNAS RI. “Dukung Ketahanan Pangan, Petani Binaan BAZNAS di NTB Sukses Panen Raya 400 Ton Jagung.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan

BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan.

Dalam forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan.

Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam perspektif nilai keislaman, ia juga menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas.

 

Sumber:
BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 24 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB untuk Perkuat Ketahanan Pangan

BAZNAS RI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Balai Ternak, salah satunya yang berlokasi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis zakat yang menyasar langsung masyarakat mustahik di sektor peternakan.

Balai Ternak yang dikembangkan BAZNAS RI tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi serupa di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini harus memberikan manfaat konkret, bukan sekadar capaian administratif. Ia memastikan bahwa implementasi Balai Ternak di NTB telah menunjukkan dampak nyata bagi para penerima manfaat, khususnya dalam peningkatan ekonomi keluarga peternak.

Dalam pelaksanaannya, program Balai Ternak di Lombok Tengah melibatkan 30 peternak mustahik dengan total 57 ekor sapi Bali yang terdiri dari satu pejantan, 29 indukan, dan 27 bakalan jantan. BAZNAS RI juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp806,25 juta, mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, penyediaan ternak, hingga sistem peternakan terintegrasi.

Dampak ekonomi dari program ini mulai dirasakan oleh para peternak, dengan peningkatan pendapatan sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan, ditambah potensi tambahan dari pengolahan kompos dan akses pemasaran yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pengembangan Balai Ternak ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program serupa di berbagai daerah, termasuk peluang penambahan titik di NTB. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber:
BAZNAS RI. “Perkuat Ketahanan Pangan, BAZNAS RI Hadirkan Balai Ternak di NTB.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Menag RI Minta Perkuat Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan

BAZNAS RI didorong untuk memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan.

Dalam pandangan yang disampaikan melalui forum tersebut, BAZNAS RI diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan pendidikan. Menurut Menag, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan materi, melainkan juga keterbatasan ilmu pengetahuan yang harus diatasi melalui intervensi pendidikan yang sistematis.

Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemberian beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan akses pendidikan yang lebih baik, mustahik memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

Dalam perspektif nilai keislaman, Menag juga menyinggung bahwa kemiskinan tidak hanya dimaknai sebagai kekurangan harta, tetapi juga kekurangan ilmu. Oleh karena itu, program beasiswa dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berilmu yang mampu membawa perubahan sosial bagi umat.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyatakan bahwa penguatan program beasiswa merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia mustahik. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Melalui penguatan program pendidikan berbasis zakat ini, BAZNAS RI optimistis dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya mampu keluar dari kemiskinan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara luas.

Sumber:
BAZNAS RI. “Putus Rantai Kemiskinan, Menag RI Minta BAZNAS Perkuat Beasiswa untuk Mustahik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI: Balai Ternak Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik

BAZNAS RI memastikan kesiapan hewan kurban terbaik melalui program Balai Ternak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha 2026. Kesiapan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid saat meninjau lokasi peternakan di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang.

Dalam peninjauan tersebut, BAZNAS RI memastikan bahwa hewan ternak yang dikelola oleh para peternak binaan telah memenuhi kriteria dan layak untuk dikurbankan. Bahkan, berdasarkan laporan peternak, sapi-sapi yang tersedia sudah siap dipasarkan untuk kebutuhan ibadah kurban masyarakat.

Program Balai Ternak BAZNAS RI ini melibatkan 30 peternak mustahik dengan total populasi sekitar 57 ekor sapi Bali, yang terdiri dari pejantan, indukan, dan bakalan jantan. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.

Selain memastikan kualitas ternak, BAZNAS RI juga mendorong peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan teknis dan manajerial, termasuk pengolahan limbah menjadi kompos dan biogas. Pendekatan ini bertujuan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membangun sistem peternakan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Dalam perspektif pemberdayaan zakat produktif, program Balai Ternak ini menjadi instrumen penting untuk mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Dengan dukungan modal, pendampingan, dan akses pasar, para peternak diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta mencapai kemandirian ekonomi.

Melalui kesiapan hewan kurban ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya bahwa ibadah kurban tidak hanya memenuhi aspek spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sumber:
BAZNAS RI. “Balai Ternak BAZNAS Lombok Tengah Siapkan Hewan Kurban Terbaik.” Dipublikasikan pada 23 April 2026 di situs resmi BAZNAS RI

24/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Mataram

Berita Terbaru

BAZNAS RI Dorong Sinergi dengan Pemda dan LAZ untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
BAZNAS RI Dorong Sinergi dengan Pemda dan LAZ untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan sinergi antara BAZNAS daerah, pemerintah daerah (Pemda), serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) guna mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengajian Selasa Pagi yang mengangkat tema Model Graduasi Kemiskinan, yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal BAZNAS TV. Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan serta amil BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Dalam forum tersebut, BAZNAS RI menekankan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Oleh karena itu, BAZNAS daerah diharapkan aktif membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas. Selain memperkuat kolaborasi, BAZNAS RI juga terus mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem pemantauan perkembangan mustahik melalui fitur Mustahik Journey pada platform kantor digital BAZNAS. Sistem tersebut memungkinkan proses pendampingan dan pengukuran dampak program dilakukan secara lebih terukur dan transparan. BAZNAS RI juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus berjalan secara seimbang antara optimalisasi penghimpunan dana dan penguatan program pemberdayaan ekonomi. Pendekatan tersebut bertujuan agar masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri secara ekonomi. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS RI turut menyoroti pentingnya penerapan model graduasi kemiskinan islami sebagai strategi untuk mempercepat pengurangan kemiskinan ekstrem. Model ini menggabungkan perlindungan dasar, pemberdayaan ekonomi, serta sistem pemantauan pascagraduasi untuk memastikan penerima manfaat benar-benar mencapai kemandirian secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, LAZ, serta berbagai pihak terkait, BAZNAS RI berharap program pengelolaan zakat dapat semakin berkontribusi dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Sumber: BAZNAS RI. “Percepat Pengentasan Kemiskinan di Indonesia, BAZNAS RI Dorong Sinergi dengan Pemda dan LAZ.” Dipublikasikan pada 25 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Siapkan Beras Zakat Fitrah melalui Lumbung Pangan di Berbagai Daerah
BAZNAS RI Siapkan Beras Zakat Fitrah melalui Lumbung Pangan di Berbagai Daerah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai mempersiapkan beras zakat fitrah untuk Ramadan 1447 Hijriah/2026 M melalui program Lumbung Pangan BAZNAS yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan. Beberapa lumbung pangan yang telah disiapkan untuk menyuplai kebutuhan beras zakat fitrah antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Serang, Pesawaran, dan Polewali Mandar. Melalui jaringan lumbung pangan tersebut, BAZNAS RI berupaya menyediakan beras dengan kualitas premium sekaligus memperkuat pemberdayaan petani binaan. Program ini tidak hanya bertujuan memastikan ketersediaan beras zakat fitrah bagi para mustahik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani binaan BAZNAS. Hasil panen para petani binaan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan beras zakat fitrah sebelum dilakukan kerja sama dengan pihak lain apabila diperlukan. Dalam prosesnya, BAZNAS RI juga mengawal seluruh tahapan produksi, mulai dari masa panen, proses penggilingan, hingga pengemasan beras agar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pendampingan intensif terhadap petani binaan dilakukan untuk memastikan kualitas produksi tetap terjaga serta memiliki daya saing yang baik. Selain memastikan kualitas produksi, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. BAZNAS RI menyiapkan sistem distribusi yang terkoordinasi agar beras zakat fitrah dapat disalurkan tepat waktu kepada para penerima manfaat menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui program Lumbung Pangan ini, BAZNAS RI berupaya menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi petani mustahik. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni memastikan penyaluran zakat fitrah berjalan optimal sekaligus memperkuat kesejahteraan petani binaan. Sumber: BAZNAS RI. “Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Mulai Siapkan Beras Zakat Fitrah.” Dipublikasikan pada 25 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia bagi Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia bagi Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para santri dan pengajar di Rumah Tahfiz Apung (RTA) Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada 24 Februari 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri yang menimba ilmu Al-Qur’an di kawasan pesisir tersebut. Paket Ramadan Bahagia merupakan program tahunan BAZNAS RI yang menyalurkan paket kebutuhan pokok kepada keluarga prasejahtera atau mustahik di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat dukungan bagi lembaga pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Penyaluran bantuan tersebut menyasar para santri serta tenaga pengajar yang menjalankan kegiatan pendidikan Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Apung. Kehadiran bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan para santri selama menjalani aktivitas belajar dan ibadah di bulan Ramadan. Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berada di kawasan pesisir Jakarta Utara dan melayani pembinaan puluhan santri dari keluarga masyarakat sekitar. Aktivitas pendidikan di tempat tersebut menjadi bagian penting dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat di tengah berbagai keterbatasan lingkungan. Melalui program ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran serta memberikan dukungan kepada para santri, pengajar, dan lembaga pendidikan Islam yang berperan dalam penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara.” Dipublikasikan pada 25 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Dan+Dan Salurkan Paket Makanan dan Paket Logistik Keluarga dalam Program Ramadan Berbagi
BAZNAS RI Bersama Dan+Dan Salurkan Paket Makanan dan Paket Logistik Keluarga dalam Program Ramadan Berbagi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama perusahaan ritel kecantikan dan kesehatan Dan+Dan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Ramadan Berbagi dengan mendistribusikan paket makanan bergizi serta Paket Logistik Keluarga kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jakarta. Bantuan yang disalurkan berupa Sajian Berkah Bergizi serta Paket Logistik Keluarga (PLK). Paket makanan tersebut disalurkan kepada empat yayasan yatim dan dhuafa yang berada di kawasan Matraman, Jakarta Timur, hingga Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara itu, Paket Logistik Keluarga diberikan kepada para mustahik di wilayah Jakarta Timur. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS RI dan Dan+Dan dalam menghadirkan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui bantuan tersebut diharapkan kebutuhan gizi anak-anak serta masyarakat yang membutuhkan dapat terpenuhi dengan lebih baik. Selain sebagai bantuan kemanusiaan, program ini juga diharapkan dapat mendorong semangat gotong royong antara lembaga negara, dunia usaha, serta masyarakat dalam membantu kelompok rentan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan masalah kekurangan gizi sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI terus berupaya memperluas penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama bulan suci Ramadan. Sumber: BAZNAS RI. “Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Paket Logistik Keluarga.” Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Salurkan Donasi Rp160 Juta dari Yayasan LIA untuk Bantu Pemulihan Bencana di Sumatra
BAZNAS RI Salurkan Donasi Rp160 Juta dari Yayasan LIA untuk Bantu Pemulihan Bencana di Sumatra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran donasi kemanusiaan sebesar Rp160 juta dari Yayasan Lembaga Indonesia Amerika (LIA). Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari keluarga besar LIA, termasuk partisipasi para siswa dan mahasiswa, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Yayasan LIA di Jakarta Selatan. Bantuan tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS RI kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah terdampak bencana. BAZNAS RI menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk Paket Logistik Keluarga yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatra. Penyaluran bantuan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi para penerima manfaat. Bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah seringkali memunculkan kelompok masyarakat rentan baru yang membutuhkan dukungan kemanusiaan. Oleh karena itu, kolaborasi antara BAZNAS RI dengan berbagai mitra, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, menjadi penting untuk memperkuat upaya pemulihan pascabencana. Selain penyaluran bantuan logistik, BAZNAS RI juga terus menjalankan berbagai program pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. Program tersebut meliputi dukungan pendidikan, pemulihan tempat tinggal, pemulihan rumah ibadah, hingga program penguatan ekonomi masyarakat agar aktivitas sosial dapat kembali berjalan secara bertahap. Melalui kerja sama ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Sumber: BAZNAS RI. “Bantu Pulihkan Sumatra, LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI.” Dipublikasikan pada 25 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per Bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan nilai nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan. Ketentuan ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menentukan batas minimal penghasilan yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Penetapan nisab tersebut didasarkan pada ketentuan syariat yang menyamakan nisab zakat penghasilan dengan 85 gram emas per tahun. Jika nilai tersebut dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan harga emas yang berlaku, maka diperoleh nilai nisab tahunan yang kemudian dibagi menjadi perhitungan bulanan sebesar Rp7.640.144. Dengan ketentuan tersebut, seseorang yang memiliki penghasilan sama atau lebih dari nilai nisab tersebut setiap bulan diwajibkan menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dari total pendapatan yang diperoleh. Ketentuan kadar zakat ini merujuk pada prinsip zakat maal sebagaimana diatur dalam syariat Islam. BAZNAS RI menjelaskan bahwa zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau jasa secara halal, baik yang diterima secara rutin seperti gaji dan honorarium, maupun pendapatan dari pekerjaan profesional lainnya. Penetapan nisab zakat penghasilan setiap tahun dilakukan dengan mempertimbangkan fluktuasi harga emas di pasar. Oleh karena itu, nilai nisab dapat mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun agar tetap sesuai dengan prinsip dasar perhitungan zakat yang mengacu pada nilai emas. Dengan adanya penetapan ini, BAZNAS RI berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami batas kewajiban zakat penghasilan serta menunaikan zakat secara tepat sesuai ketentuan syariat. Selain itu, zakat yang dihimpun diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi para mustahik melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per Bulan.” Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat Selama Ramadan
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat Selama Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 Hijriah. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh agar ibadah dapat dijalankan secara optimal. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BAZNAS RI menyelenggarakan webinar edukatif bertajuk “Tips Sehat Selama Ramadan: Peran Nutrisi dalam Kualitas Puasa.” Kegiatan ini dihadirkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengaturan pola makan dan asupan nutrisi selama berpuasa. Dalam kegiatan edukasi tersebut, masyarakat diajak untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengatur aktivitas harian agar tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan. Pola hidup sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang tetap bugar. Selain itu, BAZNAS RI juga menekankan bahwa menjaga kesehatan selama Ramadan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah. Dengan kondisi tubuh yang sehat, masyarakat diharapkan dapat menjalankan berbagai aktivitas ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan sosial dengan lebih optimal. Melalui kegiatan edukasi ini, BAZNAS RI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat selama Ramadan, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman, produktif, dan penuh keberkahan. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat selama Ramadan.” Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Santunan untuk 252 Penjaga Sekolah dan Madrasah Muslim di Kota Mataram
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Santunan untuk 252 Penjaga Sekolah dan Madrasah Muslim di Kota Mataram
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram kembali menyalurkan santunan kepada para penjaga sekolah dan penjaga madrasah yang berada di wilayah Kota Mataram. Kegiatan penyaluran tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Aula Kantor BAZNAS Kota Mataram, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 252 orang sebagai program pendistribusian rutin di bulan ramadhan. Santunan ini diberikan kepada penjaga sekolah SD dan SMP, serta penjaga madrasah MI, MTs, dan MA yang selama ini turut berperan menjaga keamanan, kebersihan, serta kenyamanan lingkungan pendidikan. Para penjaga sekolah dan madrasah tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung terselenggaranya proses pendidikan yang aman dan kondusif bagi para siswa. BAZNAS Kota Mataram menyampaikan bahwa program santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan kepada para penjaga sekolah dan madrasah yang telah mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, meskipun sering kali bekerja di balik layar tanpa banyak sorotan. Melalui program ini, BAZNAS Kota Mataram berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para penerima manfaat sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Mataram dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan secara tepat sasaran dan bermanfaat. BAZNAS Kota Mataram terus berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan dukungan. Dengan dukungan para muzaki serta masyarakat Kota Mataram, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram (Arif)
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus komitmen BAZNAS RI dalam menjaga pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. BAZNAS RI menjelaskan bahwa pemanfaatan dana zakat memiliki aturan yang jelas dan hanya dapat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Delapan golongan tersebut meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, serta ibnu sabil. Oleh karena itu, dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang berada di luar kategori tersebut. Selain itu, BAZNAS RI juga menegaskan bahwa secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang pendanaannya berasal dari anggaran negara, sedangkan dana zakat merupakan amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat sesuai prinsip syariah. Dalam pengelolaannya, BAZNAS RI menerapkan prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi landasan agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai dengan ajaran agama, tetapi juga mematuhi peraturan perundang-undangan serta mendukung kepentingan bangsa. BAZNAS RI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Lembaga tersebut memastikan bahwa seluruh dana zakat yang dihimpun tetap disalurkan secara tepat sasaran kepada fakir miskin dan kelompok rentan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG.” Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa hidangan berbuka puasa bagi masyarakat Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS RI sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina. Sebanyak 2.310 porsi hidangan berbuka puasa didistribusikan kepada warga dan jamaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan, khususnya pada momentum Ramadan ketika kebutuhan konsumsi meningkat. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat Palestina yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan. Situasi kemanusiaan yang belum stabil di sejumlah wilayah membuat bantuan internasional menjadi sangat penting bagi masyarakat setempat. Distribusi hidangan berbuka puasa juga diharapkan dapat menghadirkan kebersamaan dan memberikan dukungan moral bagi warga Palestina dalam menjalani ibadah Ramadan di tengah berbagai keterbatasan. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina. BAZNAS RI terus berupaya memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara tepat sasaran melalui kerja sama dengan mitra kemanusiaan di lapangan. Upaya ini dilakukan agar proses distribusi bantuan dapat berjalan secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Sumber: BAZNAS RI. “Dari Masyarakat Indonesia, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berbuka bagi Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.” Dipublikasikan pada 23 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI dan Dubes Palestina Bahas Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
BAZNAS RI dan Dubes Palestina Bahas Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia dalam rangka membahas peta jalan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan efektivitas penyaluran bantuan kemanusiaan. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara lebih efektif, berkelanjutan, serta menjangkau sektor-sektor yang paling membutuhkan. Fokus bantuan yang dibahas meliputi pemenuhan kebutuhan logistik dasar, dukungan kesehatan, hingga peluang pemberian beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina. Diskusi juga menyoroti kondisi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Situasi tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal serta menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dalam merumuskan langkah-langkah kerja sama kemanusiaan yang lebih terarah. Melalui pertemuan tersebut, BAZNAS RI dan Kedutaan Besar Palestina berupaya memperkuat mekanisme koordinasi penyaluran bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang terdampak secara lebih luas. Sinergi antara kedua pihak diharapkan dapat memperlancar distribusi bantuan di tengah berbagai tantangan logistik yang sering dihadapi dalam proses pengiriman bantuan ke wilayah Gaza. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam menyalurkan amanah masyarakat Indonesia melalui dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina yang terdampak konflik. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI dan Dubes Palestina Bahas Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza.” Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Senilai Rp9,3 Miliar
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Senilai Rp9,3 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan total nilai mencapai Rp9,3 miliar. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dihadapi rakyat Palestina. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap pada 9–11 Februari 2026 melalui kerja sama dengan sejumlah mitra kemanusiaan internasional. Proses penyerahan bantuan turut disaksikan oleh perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri serta lembaga mitra yang terlibat dalam distribusi bantuan. Bantuan kemanusiaan yang disalurkan meliputi lima unit ambulans, satu set peralatan endoskop medis, serta 15.000 paket bantuan makanan bagi masyarakat Palestina. Paket makanan tersebut didistribusikan menggunakan sejumlah truk logistik melalui jalur Mesir sebelum akhirnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain bantuan pangan, dukungan berupa fasilitas kesehatan juga diberikan untuk membantu pelayanan medis bagi masyarakat Palestina. Bantuan peralatan kesehatan diharapkan dapat memperkuat layanan medis bagi korban konflik serta masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan. Program bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam menyalurkan amanah masyarakat Indonesia melalui dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Senilai Rp9,3 Miliar.” Dipublikasikan pada 23 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Resmikan BAZNAS Microfinance Desa di Bengkulu untuk Cegah Mustahik Terjerat Pinjaman Online Berbunga
BAZNAS RI Resmikan BAZNAS Microfinance Desa di Bengkulu untuk Cegah Mustahik Terjerat Pinjaman Online Berbunga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Bengkulu meresmikan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mencegah mustahik terjerat pinjaman online berbunga. Program tersebut diharapkan menjadi alternatif layanan keuangan berbasis syariah bagi masyarakat yang membutuhkan akses permodalan usaha. BAZNAS Microfinance Desa merupakan program pembiayaan mikro berbasis syariah yang dikembangkan untuk membantu masyarakat prasejahtera dalam mengembangkan usaha produktif. Melalui program ini, para penerima manfaat dapat memperoleh akses permodalan tanpa bunga sehingga dapat terhindar dari praktik pinjaman berbunga tinggi yang berpotensi memberatkan secara ekonomi. Selain memberikan akses pembiayaan usaha, program BMD juga dilengkapi dengan pendampingan dan pembinaan usaha bagi para penerima manfaat. Pendampingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar dapat mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Dengan dukungan pembiayaan syariah dan pendampingan usaha, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS RI terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Resmikan BMD Bengkulu, Cegah Mustahik Terjerat Pinjol Berbunga.” Dipublikasikan pada 23 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Dorong Kepedulian Lingkungan melalui Aksi Nyata Jaga Bumi dan Layanan Kesehatan Gratis
BAZNAS RI Dorong Kepedulian Lingkungan melalui Aksi Nyata Jaga Bumi dan Layanan Kesehatan Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Volunteer menggelar kegiatan bertajuk Aksi Nyata Jaga Bumi yang dipadukan dengan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di RW 9, Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 relawan yang berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sosial sepanjang hari. Para relawan bersama masyarakat melakukan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan memilah sampah, serta praktik daur ulang yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan pelestarian lingkungan, program ini juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar melalui dukungan tenaga kesehatan. Sebanyak 150 mustahik menerima layanan pemeriksaan kesehatan, sementara kegiatan sosial lainnya juga mencakup pembagian hidangan bagi sekitar 200 penerima manfaat. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Program BAZNAS Volunteer menjadi wadah partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI berupaya menumbuhkan semangat kepedulian, pengabdian, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan mengintegrasikan aksi lingkungan, layanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya, BAZNAS RI berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran relawan dalam mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan BAZNAS. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS Volunteer Gelar Aksi Nyata Jaga Bumi dan Berikan Layanan Kesehatan Gratis.” Dipublikasikan pada 23 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Distribusikan Paket Makanan di Jakarta dan Sekitarnya melalui Aksi Ramadan
BAZNAS RI Distribusikan Paket Makanan di Jakarta dan Sekitarnya melalui Aksi Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui program Aksi Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menghadirkan kepedulian sosial serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka puasa selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI menyalurkan 600 paket makanan siap saji serta 670 paket takjil kepada masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bogor. Penyaluran bantuan dilakukan pada berbagai titik yang menyasar lembaga pendidikan Islam, panti asuhan, serta masyarakat yang masih beraktivitas di ruang publik menjelang waktu berbuka puasa. Di wilayah Depok, pendistribusian paket makanan difokuskan di Kecamatan Beji, antara lain di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Nusantara, Pesantren Tahfizh Qur’an Griya Qur’an, serta Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al Wutsqo. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi para santri dan anak-anak yatim selama menjalani ibadah puasa. Selain itu, BAZNAS RI juga bekerja sama dengan sejumlah pusat perbelanjaan untuk menyalurkan paket takjil kepada masyarakat umum dan para pekerja yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. Penyaluran dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya kawasan pusat perbelanjaan di Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI berupaya memperluas jangkauan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Program Aksi Ramadan juga diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi serta solidaritas sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Sumber: BAZNAS RI. “Aksi Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan Paket Makanan di Jakarta dan Sekitarnya.” Dipublikasikan pada 23 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Hadirkan Program Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik se-Indonesia Selama Ramadan
BAZNAS RI Hadirkan Program Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik se-Indonesia Selama Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan program Pesantren Jalan Cahaya selama bulan Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di 20 titik di berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS RI dalam memperluas jangkauan dakwah serta pembinaan keagamaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang sosial. Pelaksanaan program tersebut tersebar di 11 provinsi dengan target sekitar 2.000 peserta yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat rentan. Peserta program antara lain berasal dari kalangan anak jalanan, komunitas marjinal, penyandang disabilitas, pemulung, mualaf, tuna wisma, yatim dhuafa, lansia, serta keluarga prasejahtera. Kegiatan perdana Pesantren Jalan Cahaya diselenggarakan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, yang sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian pelaksanaan program di berbagai daerah selama Ramadan. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan formal. Melalui pendekatan dakwah yang inklusif, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih baik serta memperkuat hubungan spiritual selama bulan suci Ramadan. Selain pembinaan keagamaan, program ini juga diarahkan menjadi pintu masuk bagi program pemberdayaan lanjutan yang berfokus pada penguatan sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan agar dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan Pesantren Jalan Cahaya juga melibatkan berbagai mitra lembaga sosial dan dakwah untuk memperluas jangkauan manfaat program. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang lebih berdampak. Melalui program ini, BAZNAS RI berupaya menghadirkan dakwah yang lebih inklusif dan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini berada di pinggiran. Program Pesantren Jalan Cahaya diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat selama bulan Ramadan. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya Selama Ramadan di 20 Titik se-Indonesia.” Dipublikasikan pada 21 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Bersama Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS RI Bersama Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan Duta Besar Sudan untuk Indonesia dalam rangka memperkuat sinergi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Sudan yang tengah menghadapi krisis akibat konflik berkepanjangan. Pertemuan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya mempererat kerja sama kemanusiaan antara BAZNAS RI dan pihak Kedutaan Besar Sudan. Dalam kesempatan tersebut dibahas kondisi terkini di Sudan serta peluang kolaborasi strategis untuk memperluas dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Krisis kemanusiaan di Sudan dinilai masih memerlukan perhatian dan dukungan internasional, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah layanan kesehatan yang terdampak konflik, sehingga membutuhkan dukungan fasilitas medis serta bantuan obat-obatan. Melalui pertemuan ini, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penghimpunan serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Sudan. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam mendukung aksi kemanusiaan melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat Sudan yang terdampak konflik. Dengan sinergi berbagai pihak, bantuan kemanusiaan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya pemulihan kondisi masyarakat di negara tersebut. Sumber: BAZNAS RI. “BAZNAS RI Bersama Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan.” Dipublikasikan pada 20 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Santunan bagi Marbot Masjid Se-Kota Mataram di Bulan Ramadhan 1447 H
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Santunan bagi Marbot Masjid Se-Kota Mataram di Bulan Ramadhan 1447 H
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram menyalurkan santunan kepada para marbot masjid se-Kota Mataram dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Aula Kantor BAZNAS Kota Mataram. Penyaluran santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kota Mataram kepada para marbot masjid yang selama ini berperan penting dalam menjaga dan merawat rumah ibadah serta mendukung kelancaran berbagai aktivitas keagamaan di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Santunan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Mataram Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, H. Saeful Mukmin, didampingi jajaran Staf Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Mataram dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Program santunan marbot masjid ini juga menjadi wujud apresiasi terhadap dedikasi para marbot yang selama ini mengabdikan diri dalam mengelola dan memakmurkan masjid. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat memberikan dukungan dan semangat bagi para marbot dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam menyambut dan melayani aktivitas ibadah umat Islam selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS Kota Mataram dalam mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, BAZNAS Kota Mataram terus berupaya menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram (Arif)
BAZNAS RI Bersama KPK Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat
BAZNAS RI Bersama KPK Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat sinergi dalam mendorong penguatan tata kelola zakat di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui audiensi dan koordinasi antara kedua lembaga sebagai bagian dari komitmen meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta integritas dalam pengelolaan zakat. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lembaga pengelola zakat agar semakin profesional dan terpercaya. Penguatan tata kelola dinilai penting guna memastikan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara transparan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Melalui sinergi ini, BAZNAS RI dan KPK juga mendorong penguatan pendidikan serta budaya antikorupsi dalam pengelolaan zakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat integritas lembaga serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat di Indonesia. Penguatan tata kelola zakat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung optimalisasi potensi zakat nasional. Dengan tata kelola yang baik, zakat diharapkan dapat semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS RI terus mendorong berbagai upaya kolaborasi dengan lembaga negara dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan secara profesional, akuntabel, dan memberikan dampak yang luas bagi pembangunan sosial di Indonesia. Sumber: BAZNAS RI. “Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat.” Dipublikasikan pada 21 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS RI Semarakkan Ramadan di Aceh melalui Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat
BAZNAS RI Semarakkan Ramadan di Aceh melalui Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan buka puasa bersama bagi masyarakat penyintas banjir di meunasah darurat yang dibangun di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menghadirkan kebersamaan dan dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana. Momen buka puasa bersama tersebut diikuti oleh warga yang terdampak banjir dan longsor, termasuk masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian. Meunasah darurat yang didirikan BAZNAS RI tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sementara, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Selama bulan Ramadan, fasilitas ini dimanfaatkan oleh warga untuk melaksanakan salat berjamaah, kegiatan keagamaan, serta berbagai aktivitas sosial lainnya. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, BAZNAS RI berupaya menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat serta memperkuat solidaritas sosial di antara warga yang sedang berupaya bangkit dari musibah. Program kemanusiaan ini juga merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam masa pemulihan pascabencana. Sumber: BAZNAS RI. “Semarakkan Ramadan di Aceh, BAZNAS RI Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat.” Dipublikasikan pada 20 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Mataram.

Lihat Daftar Rekening →