WhatsApp Icon

ICONZ Ke-9, Menag RI Dorong Peran Zakat Atasi Isu Global

11/12/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Kota Mataram

Bagikan:URL telah tercopy
ICONZ Ke-9, Menag RI Dorong Peran Zakat Atasi Isu Global

#CAHAYA ZAKAT #KEAJAIBAN MUSTAHIK DAN MUZAKI

Konferensi Internasional Zakat ke-9 (ICONZ) yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan kembali peran zakat dan ekosistem filantropi Islam dalam menjawab tantangan global. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, menekankan bahwa zakat dan instrumen ZISWAF memiliki potensi besar untuk memperkuat upaya pemberantasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperluas solidaritas kemanusiaan lintas negara.

Dalam pembukaan konferensi, Menteri Agama menyoroti besarnya kekuatan ekonomi filantropi Islam, tidak hanya dari zakat, tetapi juga dari infak, sedekah, wakaf, dan berbagai instrumen keuangan sosial syariah lainnya. Seluruh instrumen tersebut, jika dikelola secara terpadu, dapat memperkuat upaya penyelesaian persoalan kemiskinan dan memperluas manfaat sosial di tingkat nasional maupun global.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam memiliki perangkat ekonomi sosial yang jauh lebih luas, seperti dana dari sanksi atau denda keagamaan, DAM, fidyah, kafarat, wasiat, luqathah, aqiqah, diyat, hingga hiwalah. Di Indonesia, mekanisme pengelolaan berbagai instrumen ini dinilai lebih terpercaya karena adanya lembaga resmi seperti BAZNAS yang memiliki regulasi dan tata kelola yang jelas.

Dalam rangka merancang transformasi global zakat dan filantropi Islam, Menteri Agama menekankan tiga pilar utama. Pertama, penguatan tata kelola kelembagaan, termasuk kerangka hukum yang adaptif, inovatif, dan tetap menjaga akuntabilitas serta kesesuaian dengan prinsip syariah. Pilar ini menuntut kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, lembaga zakat, dan sektor swasta, karena persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan sendirian.

Kedua, inovasi programatik yang mampu menggeser orientasi bantuan dari sekadar konsumtif menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan. Transformasi mustahik menjadi muzaki dianggap sebagai tolok ukur keberhasilan yang mencerminkan kualitas pemberdayaan dan perubahan sosial jangka panjang.

Ketiga, memperluas dampak global dan kemanusiaan. Zakat dan ZISWAF dipandang sebagai wujud nyata solidaritas universal yang tidak dibatasi oleh geografis, identitas, atau latar belakang. Filantropi Islam diharapkan dapat terdistribusi secara efisien untuk membantu masyarakat di wilayah konflik, daerah bencana, dan negara-negara yang menghadapi kerentanan ekstrem.

Penyelenggaraan ICONZ ke-9 menjadi wadah bagi lahirnya rekomendasi kebijakan yang konkret dan kolaboratif. Dengan keterlibatan tokoh zakat internasional, akademisi, dan lembaga riset, forum ini diharapkan menghasilkan arah strategis baru bagi pengelolaan zakat global yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman.

Konferensi ini terselenggara melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, UIN Jakarta, dan Kementerian Agama, serta didukung oleh berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University. Dukungan yang luas ini menunjukkan semakin kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen global untuk kemakmuran dan kemanusiaan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat