Sinergi Zakat dan Pesantren Muhammadiyah: Pendidikan sebagai Kunci Memutus Rantai Kemiskinan
20/01/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Mataram
Dok MBS Ki Bagus Hadikusumo/RMN
Upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia menuntut strategi yang lebih holistik, tidak hanya sekadar penyaluran bantuan material, tetapi juga pemberdayaan melalui pendidikan. Pandangan ini semakin diperkuat oleh sejumlah pihak yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola zakat dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren untuk mencapai pemutusan siklus kemiskinan secara berkelanjutan.
Sinergi antara zakat dan pendidikan pesantren muncul sebagai salah satu pendekatan strategis karena kedua elemen ini memiliki potensi besar dalam pemberdayaan sosial-ekonomi. Zakat, yang merupakan instrumen redistribusi kekayaan, dapat dimanfaatkan untuk mendukung akses pendidikan, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta program beasiswa bagi santri atau warga kurang mampu. Sementara pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan religius, tetapi juga sebagai komunitas yang kuat dalam pembentukan karakter dan keterampilan bagi generasi muda.
Dalam konteks ini, pendidikan di pesantren dianggap sebagai kunci pemutusan rantai kemiskinan. Dengan menyediakan akses pendidikan berkualitas dan keterampilan yang relevan, pesantren membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh kompetensi yang diperlukan dalam dunia kerja dan kewirausahaan. Kontribusi zakat dalam pendanaan pendidikan menjadi faktor pendukung yang memungkinkan lebih banyak pelajar dan santri untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani keterbatasan finansial.
Kolaborasi semacam ini mencerminkan pemikiran bahwa solusi terhadap ketimpangan ekonomi dan sosial tidak dapat dilakukan parsial, melainkan membutuhkan kerjasama antara lembaga keagamaan, lembaga zakat, dan komunitas pendidikan. Sinergi zakat dan pesantren dapat memperkuat fondasi pemberdayaan yang menghantarkan pada kemandirian ekonomi, sekaligus mengikis akar penyebab kemiskinan dari hulu yaitu keterbatasan akses pendidikan.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi relevan tidak hanya dalam konteks lokal atau regional, tetapi juga dalam skala nasional, tatkala Indonesia menghadapi tantangan untuk mencapai pertumbuhan sosial-ekonomi yang inklusif. Dengan memperkuat integrasi antara zakat dan pesantren, diharapkan rumusan baru pemberdayaan masyarakat akan semakin efektif dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Sumber: Berita di RajaMedia/BeritaRIAU yang mengulas pentingnya sinergi zakat dan pesantren dalam pendidikan sebagai kunci memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Rilis Senin, 19 Januari 2026 | 14:04 WIB.
Berita Lainnya
BAZNAS RI: Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026–2031
BAZNAS Kota Mataram dan Pemkot Mataram Serahkan Berbagai Bantuan pada Penutup Safari Ramadhan di Masjid Nurussalam
BAZNAS RI Terima Zakat, Sedekah Saham, dan Bantuan Sumatra dari PT Henan Putihrai Sekuritas pada Ramadan 2026
BAZNAS RI Bersama Aksesmu Resmikan Program Zmart Ramadan untuk Perkuat Ekonomi Umat
BAZNAS RI dan Blibli Ajak Publik Salurkan Sedekah Terbaik dalam Program Ramadan Penuh Berkah
BAZNAS Kota Mataram Salurkan Bantuan untuk Guru Ngaji, Majelis Taklim, Asuhan Keluarga, dan Madrasah Diniyah

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
